0

Berkunjung ke Rumah Kakek di Situbondo

Sejak saya kecil kakek dan nenek tinggal di rumah orang tua saya di Surabaya. Namun, 1 tahun yang lalu kakek dan nenek ingin pulang ke kampung halaman di Situbondo. Kebetulan ada teman lama kakek yang menjual tanahnya sehingga dapat dibangunkan sebuah rumah untuk kakek dan nenek. Mulai dari saat itu saya merasa sedih karena harus berjauhan dari kakek dan nenek. Hingga pada saat libur sekolah saya meminta izin untuk ke rumah kakek dan nenek.

Sayangnya papa saya tidak dapat menemani karena mendapatkan tugas ke luar negeri, sedangkan mama juga tidak bisa menemani karena harus mengurus beberapa usaha butik. Mama hanya bisa mengantarkan saya ke rumah kakek dan menginap sehari lalu pulang ke Surabaya. Nantinya setelah 2 minggu mama akan kembali menjemput saya.

Setelah sampai di Situbondo hatiku terasa sangat bahagia. Bukan hanya karena bertemu dengan kakek dan nenek namun juga dikarenakan di sana terdapat beragam tempat wisata yang lebih keren daripada Surabaya. Memang sih kalau bicara masalah mall maka Surabaya tidak bisa dilawan oleh Situbondo.

Dua buah pantai yang berkesan di hati saya adalah Pantai Pasir Putih dan Pantai Pathek. Kedua tempat wisata ini secara bergantian akan saya kunjungi di sore hari. Sungguh sangat menyenangkan pada saat bersantai di tempat wisata tersebut. Suasananya yang tidak begitu ramai berpadu dengan panorama alamnya yang menawan membuat hati ini menjadi tentram. Terkadang saya berangkat ke sana bersama dengan saudara sepupu. Namun jika saudara saya tersebut ada jadwal latihan sepak bola maka saya berangkat sendirian dengan memakai motor milik kakek. Apalagi jaraknya tidak begitu jauh dari rumah kakek dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit.

Setelah puas berhari-hari ke pantai saya mendapatkan tawaran dari kakek yang tidak mampu saya tolak. Kakek bilang akan mengajak saya ke daerah yang terdapat banyak sekali pohon kopi. Wow selama ini saya hanya melihat kopi melalui buku ataupun browsing di internet. Oleh karena itu ingin banget saya melihat langsung perkebunan kopi di Situbondo.

Saya hanya pergi berdua sama kakek mengendari motor. Sedangkan nenek terpaksa ditinggal di rumah karena memang tidak cukup jikalau motornya dipakai bertiga. Perjalanan tersebut cukup lama mungkin lebih dari satu jam. Namun hal itu tidak membuat saya merasa lelah dan saya benar-benar dapat menikmatinya. Sesampainya di sana memang terdapat banyak sekali pohon kopi. Sayapun langsung menyambutnya dengan berfoto dan memegang langsing buah kopinya. Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk menikmati kelezatan kopu Arabica khas Kayumas.

Pergi berlibur ke Situbondo bukanlah sesuatu yang menyedihkan, karena di sana terdapat beragam wisata yang pantas untuk dikunjungi. Jika teman-teman ada waktu luang, ayo berlibur bersama keluarga ke Situbondo.

abuyahya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *