0

Cara Daftar Ibadah Haji Reguler Dan Haji Plus

Apakah Anda telah memiliki sejumlah dana untuk membayar biaya haji (minimal sebesar setoran awal)? maka yang perlu Anda lakukan adalah langsung mendaftar haji. Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui terkait cara pendaftaran haji.

Di Indonesia, penyelenggaraan haji terdiri dari dua jalur; jalur Haji Reguler dan Jalur Khusus. Haji Reguler diselenggarakan oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama, sedangkan Haji Khusus (atau sering disebut Haji Plus) diselenggarakan oleh pihak swasta.

Perbedaan kedua jenis Ibadah haji ini terletak pada:

Cara menyetor uang pendaftaran
Biaya haji
Fasilitas yang didapat selama di Tanah Suci
Lama tinggal di Tanah Suci (Haji Khusus hanya akan menginap sekitar 25 hari, sedangkan Haji Reguler akan menginap sekitar 40 hari).

Jika Anda merasa cukup dengan Ibadah Haji Reguler, maka Anda dapat mendaftar sebagai calon Haji Reguler dengan cara:

Membuka Rekening Haji

Ketika Anda memutuskan untuk membuka rekening haji, pastikan Anda datang pada bank yang ditunjuk sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Haji. Beberapa bank yang merupakan Bank Penerima Setoran Haji adalah BRI, BRI Syariah, BNI, Bank Muamalat, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, BTN, Bank Jateng, Bank CIMB dan Bank Mega Syariah.

Setoran awal dan saldo minimum dapat berbeda di tiap bank, karena bergantung pada regulasi mereka. Namun tabungan haji pasti memiliki ciri yang sama di tiap bank, yakni: tidak mendapatkan bunga/bagi hasil, tidak dikenakan biaya administrasi dan tidak diberikan atm.

Ketika jumlah saldo di rekening tabungan Haji Anda telah mencapai minimal 25 juta rupiah, Anda dapat mendaftarkan diri Anda ke Kementerian Agama untuk mendapatkan SPPH dan Nomor Porsi.

Membuat Surat Keterangan Sehat

Anda bisa mendapatkan Surat Keterangan Sehat ini di puskesmas. Setelah Anda mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan, Anda harus membawa surat itu dan buku tabungan (jika jumlah saldo telah mencapai minimal 25 juta) ke Kantor Wilayah Kementerian Agama terdekat, atau yang berada di wilayah Anda.

Membuat Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) di Kantor Kementerian Agama

Untuk mendapatkan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) ini, Anda dapat mendatangi Kantor Kementerian Agama Kota atau Kabupaten. Jangan lupa bawa buku tabungan Anda sebagai bukti Anda telah melunasi minimum setoran awal. Di sana Anda akan diberikan formulir SPHH yang yang harus diisi. Isi formulir tersebut dengan keterangan selengkap-lengkapnya.

Mengajukan Nomor Porsi di Bank

Sesudah mendapat lembar Surat Pendaftaran Pergi Haji atau SPPH dari Kementrian Agama setempat, Anda harus pergi ke Bank tempat Anda menyetor dengan membawa SPPH tersebut untuk mendapatkan porsi. Jelaskan pada Customer Service bank bahwa Anda ingin mendapatkan nomor porsi untuk keberangkatan haji. Pastikan uang dalam tabungan Anda sudah mencapai 25 juta rupiah, karena jika kurang dari itu Anda belum berhak mendapatkan porsi haji.

Setelah Anda mendapatkan SPPH dari kantor Kementerian Agama di wilayah tempat Anda tinggal, Anda bawa SPPH itu ke bank tempat Anda menyetor tabungan haji untuk mendapatkan nomor porsi. Sekali lagi pastikan saldo tabungan Anda adalah minimal 25 juta rupiah. Jika saldo masih di bawah itu, Anda dianggap tidak berhak untuk mendapatkan nomor porsi.

Ketika nomor porsi dan bukti setoran awal BPIH telah ada di genggaman, Anda harus kembali ke Kantor Kementerian Agama dengan membawa berkas berikut:

Bukti setoran awal BPIH (yang Anda peroleh dari bank).

1 lembar Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).
Foto wajah tanpa menggunakan kacamata. Latar belakang foto putih. Jumlah foto yang diminta biasanya 12 lembar, terdiri dari 10 lembar ukuran 3 X 4, dan 2 lembar ukuran 4 X 6.
Salinan (copy) Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas sebanyak 4 lembar.
Salinan (copy) Akta Kelahiran/Buku Nikah/Ijazah sebanyak 2 lembar.
Salinan (copy) Kartu Keluarga sebanyak 2 lembar.
Salinan (copy) KTP.

Semua proses pendaftaran tersebut tidak dikenakan biaya. Begitu Anda telah terdaftar, selalu cek jadwal keberangkatan haji Anda di kemenag Pastikan Anda melunasi biaya haji sebelum keberangkatan (sesuai regulasi yang dikeluarkan Kementerian Agama), agar keberangkatan haji Anda tidak dibatalkan.

Berikut adalah cara pendaftaran jalur Haji Khusus (Plus):

Menyetor dana setoran awal BPIH ke Kementerian Agama sejumlah US$ 4000.
Setoran ini biasanya di urus oleh biro travel calon haji yang bersangkutan. Karenanya, jika Anda mendaftar untuk Haji Khusus (Haji Plus) di biro travel Arminareka Perdana, biro travel Arminareka Perdana dijamin akan mengurus pendaftaran haji tersebut.
Setelah pendaftaran tersebut, Anda akan menerima salinan bukti setoran dalam waktu 3-14 hari kerja.

Sekitar 1 bulan dari waktu mendapatkan Surat BPIH, Anda dapat mengecek jadwal keberangkatan haji Anda secara online dengan cara mengakses situs Kementerian Agama (kementerianagama). Klik “Basis Data” dan masukkan nomor porsi yang tertera pada surat BPIH tersebut.

Pastikan Anda melunasi biaya Haji Plus Anda ke biro travel Arminareka Perdana pada waktu yang ditentukan, agar Anda dapat berangkat haji pada waktu yang telah dijadwalkan.  Bagi yang berkeinginan untuk melaksanakan kewajiban rukun Islam Ke5 Ibadah Haji Pus di Arminareka Perdana bisa menghubungi WA/SMS : 089-859-493-55

Itulah sebagian info tentang haji dan hal-hal yang perlu Anda persiapkan untuk berangkat haji ke Tanah Suci. Apapun jenis haji yang Anda pilih, pastikan bahwa Anda telah siap secara fisik dan mental untuk menunaikan panggilan Allah. Semoga info yang disajikan di atas dapat membantu Anda mempersiapkan diri untuk memenuhi panggilan Allah Swt. dan menjadi haji yang mabrur. Aamiin.

 

abuyahya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *