0

Kenali Kondisi Semen Agar Tahan Lama

Untuk membuat sebuah bangunan, semen memiliki peranan penting. Mulai dari pemasangan dinding, pemasangan kramik, acian, dll. Oleh karena itu bisnis jual semen dan material lain menjadi sektor yang paling sakral untuk terciptanya sebuah pemukiman atau hunian.

Semen juga memiliki unsur-unsur pokok yang terdiri dari batu kapur, tanah liat, pasir kwarsa/batu silika, pasir besi, yang memiliki senyawa-senyawa untuk membuat sebuah semen menjadi kokoh dan berkualitas. Namun, senyawa-senyawa yang mengandung bahasa kimia yang rumit terkadang tidak dimengerti oleh masyarakat awam sehingga terjebak dalam pemilihan semen yang kurang tepat.

Kenali Kualitas Semen dengan Mata Telanjang

Orang-orang yang bergerak di bisnis jual semen biasanya sudah bisa menilai kualitas semen hanya dengan sekali lihat. ini karena kondisi semen langsung menunjukkan kualitasnya. Untuk yang paling dasar, kita bisa mengecek fisik semen yang bagus adalah semen yang tidak menggumpal. Semen dapat menggumpal karena terlalu lama disimpan dan hancur ketika dikepal atau diremas, kemudian mengeras.

Kondisi ini bisa diakali dengan mengaduk atau mengayak semen dan pisahkan dengan yang menggumpal. Semen yang menggumpal sudah tidak ideal untuk digunakan karena sudah terkena sentuhan kelembapan/uap air, yang hasilnya akan lemah jika dipaksakan untuk memplester atau membeton.

Selain yang tampak di mata, kondisi semen bisa diputuskan dari beberapa hal berikut ini;

  1. Waktu Pengerasan

Pengerasan semen memiliki dua waktu yang bisa diteliti, antara lain waktu ikat awal & waktu ikat akhir. Pengikatan awal merupakan kondisi ketika semen tercampur dengan air. Proses ini memakan waktu kurang lebih 45 menit. Sementara waktu ikat akhir adalah ketika semen yang telah bercampur dengan air mengeras dan menyatu dengan bangunan. Normalnya, waktu yang dibutuhkan untuk semen menjadi kering adalah 6 sampai 7 jam.

Ada beberapa anggapan yang salah mengenai pengerasan semen. Anggapan itu berupa: Semakin cepat pengerasan maka kualitas dan mutu yang diperoleh akan maksimal. Nyatanya, anggapan itu keliru. Jika semen semakin cepat kering, itu berarti reaksi hidrasi yang ditimbulkan sangat cepat, reaksi tersebut membuat suhu meninggi dan semen menjadi panas. Ketika panas, maka semen mudah retak sehingga kekuatannya berkurang.

 

  1. Kemasan

Setiap pebisnis yang menjual suatu produk, maka kemasan adalah kunci untuk kesan pertama. Harga jual semen berbanding lurus dengan kualitas dan kemasannya. Pembungkus semen yang baik bisa dilihat dari perekat yang digunakan, yang berarti pembungkus tersebut benar-benar melindungi semen dari air atau udara. Pastikan kemasan semen tidak rusak atau ada bagian-bagian yang diperbaiki, dan selalu perhatikan segelnya.

 

  1. Teknik Penyimpanan

Jangka waktu penyimpanan semen tentu akan berpengaruh kepada kualitas semen itu sendiri. idealnya, semen bisa disimpan selama paling lama satu bulan. Teknik penyimpanan ini sangat berpengaruh dengan kualitas semen yang akan kita pakai. Jika terlalu lama, maka semen akan mengeras.

Untuk itu, pastikan tidak menyimpan semen terlalu lama dan tempatkan semen di sebuah ruangan tertutup atau terlindungi dari sinar matahari atau hujan. Untuk alasnya, pastikan semen berada di dataran yang rata, jika memutuskan menyimpannya di atas tanah, beri alas berupa papan atau tripleks untuk semen. Dan tumpukan semen yang terlalu berlebihan demi mengurangi ruang juga bisa merusak semen. Sesuaikan tumpukan dan maksimalkan tumpukan sampai di 9 atau 10 sak.

abuyahya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *