0

Manfaat Bidara Laut Menyembuhkan Bengkak

Tanaman bidara laut mempunyai banyak nama lokal, diantaranya bidara putih, bidara pait, dara putih (Jawa), bidara gunong (Madura), kayu ular (Sumatera), aju mapa (Bugis), maba putih (Timor), hau feta (Rote), maqianzi (Cina), tallow wood, dog button (Inggris). Nama latinnya yaitu Strychnos Ligustrina BL, dari famili Loganiacea. Termasuk juga tanaman semak, tinggi batang kayunya yang keras dapat meraih 2 mtr.. Akarnya berwarna kuning kecokelatan. Semuanya sisi tumbuhan ini berasa pahit, tetapi mempunyai dampak untuk melembutkan serta mengencangkan kulit, hingga kerap dipakai sebagai bahan baku kosmetik perawatan kulit.

Tanaman ini ada di balai pembibitan tanaman herbal/obat. Sisi yang dipakai sebagai obat yaitu semua sisi tanaman.
Manfaat bidara laut : Mempunyai dampak analgesik (menyingkirkan nyeri) serta antiinflamasi (kurangi pembengkakan), bidara laut kerap dipakai untuk menangani rematik, radang kulit, luka (digigit serangga, ular), malaria, sebagai obat cacingan, tingkatkan nafsu makan, bersihkan darah, serta memperlancar peredaran darah.

Resep herbal simpel :
Rematik : 100 mg bidara laut, 8 g daun jambu mete muda, 2 gr biji seledri, 100 ml air, campur rata serta rebus. Minum satu hari sekali @100 ml sepanjang 2 minggu.
Beri kesegaran kulit muka : 100 mg bidara laut serta 10 lembar pegagan fresh diseduh dengan 100 mg air panas. Diamkan sampai semuanya bahan larut. Minum sekali satu hari @100 ml sepanjang dibutuhkan.
Sebagai obat luar umpamanya untuk bengkak atau digigit serangga : 500 mg bidara laut, 3 g daun ketepeng, 4 g kunyit, serta 110 ml air digabung rata, lantas pakai sebagai kompres di bagian badan yang sakit, sekurang-kurangnya 3 jam sekali.

tentang bidara
1. Habitat serta Penyebaran
Ziziphus mauritiana yaitu satu diantara buah yang paling kuno asli India. Tumbuhan ini tumbuh di daerah tropis, sub tropis serta daerah
Tanaman ini datang dari Timur Tengah serta sudah menebar di lokasi Tropik serta sub tropik, termasuk juga Asia Tenggara. Tanaman ini bisa menyesuaikan dengan beragam keadaan, namun tumbuhan ini lebih suka pada hawa yang panas dengan curah hujan sekitar pada 125 mm serta diatas 2000 mm. Suhu maksimum supaya bisa tumbuh dengan baik yaitu 37-48C, dengan suhu minimun 7-13C. Tanaman ini biasanya diketemukan pada daerah dengan ketinggian 0-1000 m dpl (Dahiru. 2010).
Liar serta dibudidayakan diketemukan di kering daerah serta beberapa tempat berbatu (Marwat. 2009).

2. Habitus
Z. mauritiana yaitu tumbuhan semak, dengan tinggi meraih 15 m (Clifford. 2001).
Familia Rhammaceae mempunyai perawakan semak atau pohon tidak sering yang berbentuk terna (Gembong. 2010).

3. Akar
Perakaran tunggang

https://jualdaunmurah.id/
4. Batang
Pohon senantiasa hijau atau 1/2 meranggas, tumbuh tegak, atau menebar dengan cabang-cabangnya yang terkulai (declinatus) mempunyai goresan tidak teratur, berwarna abu-abu atau hitam sirna tiap-tiap percabangan ranting ada dua duri yang alami modifikasi di bagian ujungnya., satu berkelok serta yang lain lurus. (Heyna. 1897).
Batangnya silinder, berwarna coklat kemerahan, pada batang yang telah tua bakal berwarna keabu-abuan sirna, permukaan kasar, keras serta berkayu (Latif. 2002).

4. Daun
Daunnya berupa bulat telur atau lonjong dengan puncak membulat serta pinggir daun bergerigi. Panjang daunnya kurang 3, 8 cm, lebarnya 2, 9 cm. Daun berwarna hijau, mengkilap di segi atas serta hijau pucat keabu-abuan di bawah (Yovita. 2009).
Berdaun tunggal dengan letak yang berselang-seling, berupa bundar-lonjong, memiliki ukuran 2-9 cm x 1, 5-5 cm, dengan tepian yang berkilap, tak berbulu. Tulang daun membujur riil dengan tangkai daun memiliki ukuran panjang 8-15 mm. Daun berwarna hijau serta bakal menguring saat menua (Clifford. 2001).

5. Bunga
Bunganya kecil, bunga majemuk, berwarna hijau kekuningan, letak axilar daun (inflorescence), berpuncak datar, bunganya bergerombol (Yovita. 2009).
Gagang bunga panjangnya 2-3 mm, berwarna kekuningan, berbau harum. Daun mahkota sejumlah 5 helai, dengan daun kelopaknya sejumlah 5 serta bercuping bercuping. Benang sari 5 utas, dengan akan buah terbenam beruang 1-4 serta tangkai putik bercabang 2. Cakramnya bercuping 10 atau beralur-alur (Clifford. 2001).
Bunga uniseksual, nampak dari ketiak daun, berupa payung menggarpu, panjangnya 1-2 cm, tersusun atas 7-20 kuntum bunga (Latif. 2002).
Type polen pada Ziziphus marauritiana yaitu Tricolporat (Anjum. 2005).

6. Buah
Buah ini memiliki bentuk oval, obovate, lonjong atau bulat. Kulit berwarna hijau mengkilat, permukaan halu, tidak tebal namun ketat. Daging buah berwarna putih serta renyah. Mempunyai aroma yang enak (Clifford. 2001).
Buah-buahan berwarna hijau serta menguning waktu menua. Buah yang masak lunak, berair dengan kulit keriput serta mempunyai aroma mengasyikkan. Buah yang masak rasa-rasanya asam manis. Struktur serta rasa-rasanya serupa buah Apel (Anjuran. 2007).
Buahnya bertipe buah batu, berupa bulat, hingga bulat telur, bisa meraih ukuran 6 cm X 4 cm. Kulit buah halus atau kasar, mengkilap, berwarna kekuningan hingga kemerahan. Daging buah berwarna putih, banyak terkandung sari buah, rasa-rasanya asam atau manis (Gembong. 2009 : 309).

7. Biji
Akan buah menumpang atau terbenam, beruang 1-4, dalam setiap ruangan diisi 1 akan biji. Biji mempunyai endosperm, instansi lurus serta besar (Gembong. 2009 : 309)
Biji terdapat dalam batok yang berbenjol serta beralur tak teratur yang diisi 1-2 inti biji yang berwarna coklat pada setiap ruangan (Clifford. 2001).

Liani Dwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *