0

Produk Fermentasi Bisa Bikin Resistan Antibiotik

Produk Fermentasi Bisa Bikin Resistan Antibiotik

Minuman fermentasi di kenal menggunakan bakteri ” baik ” yang bermanfaat untuk badan
Tetapi, nyatanya minuman fermentasi dapat pula membikin resistan antibiotik

Bakteri pada product fermentasi resistan pada antibiotik. Ia dapat memengaruhi resistansi badan juga.
tirto. id – “Sudah minum Yakult hari ini? Saya minum dua! ”Agen Herbal

Anda mungkin saja telah hafal dengan jargon iklan minuman prebiotik yang seringkali keluar di tv itu. Yakult adalah satu diantara product hasil fermentasi bakteri Lactobacillus casei Shirota yang diklaim banyak berikan faedah prebiotik untuk kesehatan. Namun siapa kira, bakteri asam laktat pada beberapa product fermentasi saat ini malah disebut-sebut bakteri yang resistan antibiotik.

Hal semacam ini tersingkap pada riset oleh Nawaz M, dkk pada makanan fermentasi di Xi’an China. Akhirnya, bakteri asam laktat pada makanan itu sudah berkembang dalam soal resistansi antibiotik. Dari sejumlah 84 strain asam laktat yang terbagi dalam 73 spesies Lactobacillus serta 11 Streptococcus thermophilus, diketemukan dua strain jadi resistan untuk antibiotik type penisilin, 9 strain resistan eritromisin, 5 strain resistan klindamisin, serta 14 strain resistan pada tetrasiklin.

Terkecuali ke-4 antibiotik itu, ada juga resistansi pada antibiotika beda seperti gentamisin, siprofloksasin, streptomisin, serta kloramfenikol. Tetapi resistansi dalam masalah ini tergantung pada spesies bakteri. Resistansi antibiotik terdistribusi dengan baik dalam product makanan fermentasi itu.

Resistansi antibiotik pada product fermentasi juga tidak luput mengarah beberapa makanan tradisionil Indonesia. Linda Sukmarini, dkk lakukan riset sama pada makanan fermentasi tradisionil seperti dadih, tempoyak, bekasam, serta tape ketan. Bakteri asam laktat yang sudah diisolasi dari product itu ditest ketahanannya pada dua antibiotik, yaitu kloramfenikol serta eritromisin.

Riset ini tunjukkan resistansi pada kloramfenikol tertinggi ada pada dadih dengan jumlah 30 isolat, disusul bekasam 13 isolat, tape ketan 9 isolat serta tempoyak 1 isolat. Sedang resistansi antibiotik eritromisin tertinggi ada pada tape ketan sejumlah 9 isolat, disusul dadih 4 isolat serta bekasam 3 isolat.

Kesimpulannya, riset ini tunjukkan kalau antiresistan dari sebagian bakteri asam laktat diketemukan pada makanan fermentasi Indonesia, termasuk juga antibiotik perlu seperti eritromisin serta kloramfenikol. Hal semacam ini memberikan indikasi frekwensi transfer gen yang tinggi ada pada mikroba makanan di Indonesia.

abuyahya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *